Membangun Kesadaran Finansial Islamic: Refleksi atas Rendahnya Literasi Keuangan Syariah di Indonesia

KSEI FORKEIS UINAM
0

 


Erika Safitri, Afrisal, Rida Meilani Tri

Literasi keuangan syariah memegang peranan penting dalam membangun suatu sistem ekonomi yang tidak hanya efisien secara finansial, tetapi juga adil dan berkah secara moral. Di tengah dinamika modernitas dan globalisasi, masyarakat menghadapi tantangan kompleks dalam mengelola keuangan. Pemahaman terkait prinsip ekonomi Islam seperti larangan riba, gharar, dan maysir akan menjadi landasan bagi keputusan-keputusan finansial sehari-hari (Rahmania et al., 2025). Namun dalam kenyataan sosial, literasi keuangan syariah di Indonesia masih menunjukkan level yang cukup rendah dibandingkan literasi keuangan konvensional. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, indeks literasi keuangan syariah baru mencapai sekitar 39,11 %, sedangkan literasi keuangan penduduk Indonesia mencapai 65,43 %. Berdasarkan survei SNLIK 2024 memperlihatkan bahwa literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia meningkat, meskipun inklusi keuangan syariah baru mencapai 12,88 % ((OJK), 2024). Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan, masih terdapat kesenjangan besar antara pemahaman dan praktik.

Tingginya gap antara literasi dan inklusi dalam ranah syariah menggambarkan bahwa banyak masyarakat mengetahui konsep dasar tetapi belum berani atau belum mampu mengimplementasikannya. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah literasi semata sudah mencukupi, atau diperlukan mekanisme internalisasi nilai agar pemahaman berubah menjadi praktik konsisten? Keadaan ini menjadi latar refleksi penting untuk memahami hambatan-hambatan mendasar dalam pengembangan ekonomi Islam modern. Pengamatan terhadap dinamika lokal menunjukkan bahwa banyak sekali individu yang menggunakan layanan keuangan konvensional secara otomatis, tanpa mempertimbangkan alternatif syariah (Ihron & Kikin, 2023). Penelitian yang berjudul Pengaruh Literasi Keuangan Syariah dan Persepsi Terhadap Minat Menggunakan Produk Bank syariah membuktikan bahwa literasi keuangan syariah berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan produk keuangan syariah. Penelitian di Pekanbaru menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah secara signifikan mempengaruhi minat remaja dalam menggunakan produk bank syariah (Adjusted R² = 0,641). Hal ini mengindikasikan bahwa bila literasi diperdalam dan dikombinasikan dengan persepsi positif, adopsi layanan syariah secara nyata dapat meningkat (P. Nuraini et al., 2023) . Sebagai bagian dari pengembangan ekonomi syariah, literasi bukan hanya alat promosi produk, tetapi harus menjadi bagian dari pendidikan nilai. Peran literasi keuangan syariah sebagai katalisator pertumbuhan industri syariah, terjadi korelasi positif antara literasi dan pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia selama 2015–2023. Implikasi dari temuan tersebut bahwa literasi yang kuat tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga bagi ekosistem syariah secara makro (Novia & Salman, 2022). Refleksi ini bertujuan mengurai tantangan dan hambatan praktis yang muncul dalam literasi keuangan syariah, serta bagaimana masyarakat, lembaga pendidikan, dan institusi keuangan dapat menyelaraskan dan realitas agar literasi menjadi kekuatan transformasional dalam masyarakat.

Hambatan utama dalam literasi keuangan syariah tampak pada ketersediaan sumber informasi yang mudah diakses dan dapat dipahami publik luas. Banyak produk atau konsep keuangan syariah dijelaskan dengan bahasa teknis yang sulit, sehingga masyarakat awam cenderung menghindar (Wahyuni et al., 2025). Kondisi ini diperparah ketika lembaga keuangan lebih menitikberatkan aspek pemasaran daripada edukasi mendalam. Sikap resistensi terhadap sistem keuangan syariah juga muncul dari persepsi bahwa produk syariah “kurang fleksibel” atau “terbatas” dalam pilihan (Solikin et al., 2025). Persepsi tersebut sering timbul karena kurangnya contoh praktik nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan masyarakat urban maupun generasi muda yang peka terhadap inovasi. Dalam ranah pendidikan formal, integrasi literasi keuangan syariah masih lemah. Kurikulum ekonomi dan keuangan pada umumnya menekankan teori konvensional, sementara konsep syariah hanya disisipkan sebagai topik tambahan (Izzany, 2025). Akibatnya, generasi muda banyak yang belum memahami bagaimana menerapkan prinsip keuangan Islam dalam aspek kehidupan nyata. Digitalisasi dan media sosial seharusnya menjadi media efektif penyebaran literasi keuangan syariah. Namun kenyataannya, konten edukasi syariah masih kalah tarik dibanding konten hiburan atau gaya hidup (Dzulhijrah et al., 2025). Jika lembaga keuangan, akademisi, dan komunitas syariah bisa berkolaborasi menciptakan konten visual, interaktif, dan relevan, literasi akan lebih merata dan menyentuh lapisan masyarakat lebih luas.

Persepsi risiko dan kepercayaan menjadi faktor psikologis penting dalam pemilihan produk keuangan. Banyak masyarakat meragukan integritas atau transparansi lembaga keuangan syariah, sehingga meskipun memahami konsep syariah, mereka enggan beralih (Nurul et al., 2022). Penelitian (Titin & Rachma, 2024) membuktikan bahwa literasi keuangan syariah, fasilitas, dan kepercayaan memengaruhi minat tabungan syariah di pedesaan berpengaruh signifikan terhadap minat tabungan syariah di pedesaan. Keadaan ini menunjukkan bahwa edukasi harus diimbangi dengan upaya membangun kepercayaan publik, interaksi sosial dan lingkungan keluarga juga menjadi modal penting dalam membentuk literasi keuangan syariah. Dalam lingkungan yang sering membahas nilai keuangan dan agama, anggota masyarakat lebih terbuka terhadap ide pengelolaan harta yang beretika. Penelitian terhadap generasi Z menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah dan dukungan lingkungan sosial secara signifikan mempengaruhi niat menabung di bank syariah (Anjayani & Mahardika, 2025). Hal ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan nonformal dan dialog sosial untuk memperkuat literasi.

Lalu, dampak dari rendahnya literasi keuangan syariah terasa pada rendahnya partisipasi masyarakat dalam produk keuangan syariah. Dalam beberapwilayah di Indonesia khusunya Banda Aceh, studi menunjukkan bahwa rata-rata literasi keuangan syariah berada pada kategori sedang (71,99 %) untuk sampel lokal, namun secara nasional masih jauh di bawah rata-rata ideal. Artinya, pada konteks lokal tertentu literasi dapat cukup baik, namun secara nasional belum merata. Hambatan struktural juga tidak boleh diabaikan. Infrastruktur lembaga keuangan syariah di daerah terpencil masih lemah, begitu pula akses layanan digital syariah. Tanpa jangkauan yang memadai, masyarakat di luar kota besar akan sulit merasakan manfaat literasi yang sudah mereka pahami(A. Nuraini & Monoarfa, 2024). Oleh karena itu, strategi literasi harus diiringi dengan perbaikan akses layanan nyata di lapangan.

Refleksi ini menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah idealnya tidak sekadar aktivitas intelektual, melainkan proses internalisasi nilai-nilai Islam ke dalam gaya hidup ekonomi. Literasi menjadi pintu masuk tetapi yang lebih penting adalah transformasi nilai agar pengetahuan menjadi pijakan tindakan yang konsisten dan berkelanjutan. Refleksi atas kondisi literasi keuangan syariah di Indonesia menyimpulkan bahwa hambatan yang muncul tidak hanya bersifat teknis atau edukatif, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan, persepsi, dan struktur pelayanan finansial. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan sinergi strategis antara lembaga pendidikan, institusi keuangan syariah, pemerintah, dan komunitas agar literasi dapat diterjemahkan ke praktik nyata. Kedepannya, penekanan literasi keuangan syariah harus diarahkan pada penciptaan ekosistem yang mendukung tidak hanya melalui penyebaran informasi, tetapi juga pembangunan kualitas layanan, digitalisasi inklusif, dan penguatan nilai etis dalam perilaku ekonomi masyarakat. Dengan demikian, literasi keuangan syariah dapat menjadi pilar transformasi ekonomi Islam yang adil, berkelanjutan, dan membumikan ekonomi rabbani.


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default